Translate

Sabtu, 07 Maret 2015

GLOBAL WARMING


Assalamualaikum Wr.Wb.   Ohayou minna san...#ups salah... KONBANWA minna san... Kali ini saya akan memposting tentang pemanasan global,atau yang biasanya kita sebut GLOBAL WARMING. Kali ini saya gak bacot dulu,karna tugas ujian praktek saya lagi numpuk -_- *Readers: hore!!! hbd ya :DSAYA GAK ULANG TAHUN *masi lama kok,bulan Juli. Ok langsung aja ya ...


PENGERTIAN GLOBAL WARMING
     Penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa ahli ini menunjukkan bahwa ternyata semakin panasnya bumi kita terkait langsung terhadap gas-gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan manusia. Untuk tiap tahun sekali, ribuan para ahli dan peneliti-peneliti yang terbaik di dunia tergabung dalam IPCC ( International Panel on Climate Change ) dan mereka mengadakan pertemuan untuk saling mendiskusikan tentang penemuan-penemuan terbaru yang langsung berhubungan pada pemanasan global serta menarik sebuah kesimpulan dari laporan, kemudian penemuan baru yang telah berhasil itu dikumpulkan dan akan membuat otorisasi untuk menangani beberapa solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal yang mereka temukan yaitu ada beberapa jenis gas rumah kaca yang bertanggung jawab secara langsung kepada pemanasan yang dialami ternyata manusia sendirilah yang menjadi kontributor paling utama dari terciptanya gas-gas rumah kaca ini.
Pengertian Global Warming

     Pengertian Global Warming merupakan sebuah fenomena alam di mana suhu planet bumi yang secara bertahap semakin memanas hingga mencapai titik yang mengganggu adanya keseimbangan   global. Maka penyebab utama dari kejadian ini ialah meningkatnya karbon dioksida yang diperoleh darI hasil terhadap mesin pabrik dan kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan sebagainya. Sedangkan untuk hutan dan pohon-pohon yang bisa menyerap karbon dioksida terus berkurang yang diakibatkan oleh penebangan hutan secara liar dari kegiatan manusia yang kurang pengawasan dari pemerintah. 

PENYEBAB GLOBAL WARMING
1. Emisi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil pembangkit listrik.

          
            Penggunaan listrik yang semakin meningkat yang dipasok dari pembangkit listrik berbahan bakar batubara batubara yang melepaskan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer. 40% emisi CO2 dihasilkan oleh produksi listrik AS, dan 93 persen diantaranya berasal dari emisi pembakaran batubara pada industri utilitas. Setiap hari,  pasar semakin banyak dibanjiri gadget penggunaannya membutuhkan daya listrik, padahal tidak didukung oleh energi alternatif. Dengan demikian kita akan semakintergantung pada pembakaran batu bara untuk memasok kebutuhan listrik di seluruh dunia.











2.Emisi karbon dioksida dari pembakaran bensin pada kendaraan.

          Kendaraan yang kita pakai adalah sumber penghasil emisi sekitar 33%  yang berdampak terhadap pemanasan global. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan, tentu saja akan meningkatkan permintaan akan kendaraan yang lebih banyak lagi, yang berarti penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi dan pabrik yang semakin besar. Konsumsi terhadap bahan bakar fosil jauh melampaui penemuan terhadap cara untuk mengurangi dampak emisi. Sudah saatnya kita meninggalkan budaya konsumtif.







3. Emisi metana dari peternakan dan dasar laut Kutub Utara.

         
          Metana merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat setelah CO2. Bila bahan organik diurai oleh bakteri pada kondisi kekurangan oksigen (dekomposisi anaerobik) maka metana akan dihasilkan. Proses ini juga terjadi pada usus hewan herbivora, dan dengan meningkatnya jumlah produksi ternak terkonsentrasi, tingkat metana yang dilepaskan ke atmosfer akan meningkat. Sumber metana lainnya adalah metana klatrat, suatu senyawa yang mengandung sejumlah besar metana yang terperangkap dalam struktur bongkahan es. Apabila metana keluar dari dasar laut Kutub Utara, maka tingkat pemanasan global akan meningkat secara signifikan.









4.Deforestasi, terutama hutan tropis untuk kayu, pulp, dan lahan pertanian.

          
             Penggunaan hutan untuk bahan bakar (baik kayu dan arang) merupakan salah satu penyebab deforestasi. Di seluruh dunia pemakaian produk kayu dan kertas semakin meningkat, kebutuhan akan lahan ternak semakin meningkat untuk pemasok daging dan susu, dan penggunaan lahan hutan tropis untuk komoditas seperti perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab utama terhadap deforestasi dunia. Penebangan hutan akan mengakibatkan pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfir.









5. Peningkatan penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian.

          
       Pada pertengahan abad ke-20, penggunaan pupuk kimia (yang sebelumnya penggunaan pupuk kandang) telah meningkat secara dramatis. Tingginya tingkat penggunaan pupuk yang kaya nitrogen memiliki efek pada penyimpanan panas dari lahan pertanian (oksida nitrogen memiliki kapasitas 300 kali lebih panas- per unit volume dari karbon dioksida) dan kelebihan limpasan pupuk menciptakan 'zona-mati 'di laut. Selain efek ini, tingkat nitrat yang tinggi dalam air tanah karena pemupukan yang berlebihan berdampak terhadap kesehatan manusia yang cukup memprihatinkan.














6. Efek rumah kaca
          
           Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.
           Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.
           Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. 
            Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.

Pemanasan Global / Global Warming


Dampak Pemanasan global atau Global warming


1. Cuaca

           Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

             Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air).
              Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

2. Tingginya muka laut

           

              Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut.
               Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan.
                Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat.                       Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.

3. Pertanian

              Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh.

               Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

4. Hewan dan tumbuhan

             Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat.

              Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

5. Kesehatan manusia

             Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka.

             Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria; persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam kuning, dan encephalitis. Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.

Global warming adalah suatu sejarah terburuk yangg dialami oleh bumi sejak terbentuknya hingga sekarang,bisa disebut juga kerusakan parah yang berdampak terhadap seluruh kehidupan di muka bumi ini. Baik itu manusia, hewan hingga pada tumbuhan sekalipun.

Beberapa cara mencegah global warming :
  • Berhemat energi. Seperti dalam penggunaan bahan bakar minyak, listrik (jangan pakai alat-alat elektronika kalau tidak jelas kebutuhannya).
  • Menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja. Kalau hanya dekat, tidak perlu menggunakan motor atau mobil.
  • Mengurangi pembakaran. Misal, pembakaran sampah, hindari pembakaran hutan.
  • Penghijauan hutan
  • Hindari penggunaan barang secara mubazir
  • Untuk ekosistem laut, hindari perusakan karang dan pencarian ikan dengan merusak ( penggunaan bom atau semacamnya).
  • Dan sebagai mahasiswa teknik Nuklir, saya sangat setuju sekali pembangunan PLTN, karena melihat kepentingan mengatasi Global warming
Nah,sekian dulu dari saya,semoga bermanfaat,konbanwa minna~san :D
Assalamualaikum Wr.Wb. Ps : Malem Minggu, banyak tugas,,hufft --"

Selasa, 03 Maret 2015

SAMPAH




Assalamualaikum Wr.Wb
          Konichiwa minna – san!!! Kembali lagi dengan saya, *Readers : lama banget postingannya * Gomen – Gomen.... saya tersesat di jalan yang bernama KEHIDUPAN. *Readers: huuuu...  Udah udah,nah BAGI penggemar Uzumakhi Naruto pasti tau quotes dari Uchiha Obito kan?  *Yang Haters NARUTO get out !! (bercanda)* Yap quotes itu adalah “Shinobi yang melanggar aturan memang disebut sampah , tetapi shinobi yang meninggalkan sahabatnya lebih rendah dari sampah” # kalo ingat episode ini,disitu kadang saya sedih :'( 

           Nah,untuk postingan kali ini,saya akan membahas tentang “sampah”.
Sampah adalah sisa / barang buangan yang sudah tidak digunakan & tidak dipakai oleh pemiliknya.*tumben bijak* #maklum...klo udah ada sangkut pautnya sma naruto dia jdi bijak#
      *Ok lupakan,lanjut...


              Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

Jenis-jenis sampah

A. Berdasarkan sumbernya:


1.Sampah alam
2.Sampah manusia
3.Sampah konsumsi
4.Sampah nuklir
5.Sampah industri
6.Sampah pertambangan

B. Berdasarkan sifatnya

- Sampah organik - dapat diurai (degradable)


Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;

- Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)




Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, dan kayu.



C. Berdasarkan bentuknya

1. Sampah Padat



            Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair.Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik.
             Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:

- Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
- Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
- Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
- Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.

2. Sampah Cair




            Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.


- Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.


- Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
            

           Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan.

3. Sampah alam




Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.

4. Sampah manusia




Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin.

5. Sampah Konsumsi




Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah.

6. Limbah radioaktif




Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).

DAMPAK YANG DITIMBULKAN OLEH SAMPAH


1. Dampak terhadap Kesehatan


-Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus.

- Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).

- Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.


- Sampah beracun.
Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

2. Dampak terhadap Udar

Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu gas-gas beracun. Pembakaran sampah dapat meningkatkan karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2) nitrogen-monoksida (NO), gas belerang, amoniak dan asap di udara. Asap di udara, asap yang ditimbulkan dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen, artinya dapat menimbulkan kanker, berhati-hatilah dalam membakar sampah.

3. Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi


- Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.

- Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak 

masuk kerja, rendahnya produktivitas).

- Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.
(sebenarnya dampaknya masih banyak,tapi saya capek nulisnya,modem lagi habis :"(

Sekian dulu ya...arigatou gozaimasu –ttebayo..*READERS :Dou itashimahite :D .
Sayonara... Gomenne postingannya sedikit ,Konichiwa.
Assalamualikum Wr. Wb.






Jumat, 23 Januari 2015

ADIWIYATA


Assalamualaikum Wr.Wb..

            Hai semuanya,makasih ya udah mau baca blog saya :D .Ini pertama kalinya saya buat blog loh :) *kok jadi curhat?*ditendang readers --" .Nee,teman - teman sudah tau arti Adiwiyata kan? Ini bagi yang belum tau aja ya :) #abaikan saja :p oke cekidot...


           Kata ADIWIYATA berasal dari 2 kata Sansekerta,yaitu ADI dan  WIYATA. “ADI” mempunyai ,makna : besar, agung, baik, ideal atau sempurna. Sedangkan WIYATA mempunyai makna : tempat dimana seseorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. 
           Jadi, ADIWIYATA itu mempunyai pengertian atau makna (sama aja deh kayaknya) : Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.




SEJARAH ADIWIYATA

    Pendidikan Lingkungan Hidup  di Indonesia telah diupayakan oleh berbagai pihak sejak awal tahun 1970-an. Selama ini, pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup dilakukan oleh masing-masing pelaku pendidikan lingkungan hidup  secara terpisah. Dewasa ini, disadari bahwa berbagai upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam pendidikan lingkungan hidup perlu dicermati oleh seluruh pemangku kepentingan agar efektivitas pengembangan pendidikan lingkungan hidup menjadi lebih terencana, konsisten dan terstruktur.

       Menyikapi hal tersebut, Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 2006 mencanangkan Program ADIWIYTA sebagai tindak lanjut dari MoU pada tgl 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional. Program Adiwiyata merupakan  salah satu dari Program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelstarian Lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

        Program Adiwiyata bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar dapat menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan karyawan sekolah) yang diwujudkan dalam :

a. Pengembangan Kebijakan  Sekolah peduli dan berbudaya  Lingkungan
b. Pengembangan Kurikulum  berbasis Lingkungan
c. Pengembangan Kegiatan  Lingkungan berbasis partisipatif
d. Pengembangan dan pengelolaan sarana  pendukung sekolah berbudaya    Lingkungan.Misalnya : Hemat  Energi/penggunaan energi  alternative,penghematan air, pengelolaan  sampah dengan prinsip 3R (reduse, reuse,  recyle

 Prinsip 4R dalam Menangani Sampah  



          Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa dilakukan dalam menangani sampah yaitu menerapkan prinsip 4 R: replace,reduce,reuse,recycle.



1. Replace 

           Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama, juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan.
           Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
  
2. Reduce 
           
        Yaitu usaha untuk mengurangi sampah dalam kegiatan sehari-hari seperti:  
     
    A. Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik                             pembungkus barang belanja.

    B. Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli                             botol baru setiap kali habis.

    C. Membeli susu, makanan kering, deterjen,dan lain-lain dalam paket yang besar dari            pada membeli beberapa paket dengan volume yang sama.

3. Re-use
     
        Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai.Cara-cara ini meliputi:  
    
      A. Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah.

      B. Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus.

      C. Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat                 pembersih (lap), atau keperluan kebersihan lainnya.

4. Recycle  
      
           Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara berikut:  
   
    A. Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang.

    B. Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang.

    C.Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.



Oh iya,saya ini sekolah di SMP NEGERI 14 MALANG. Sekolah saya ini adalah Sekolah Adiwiyata. SEKOLAH ADIWIYATA adalah Sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita.



Prinsip‐prinsip Dasar Program Adiwiyata


          Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini



   1.Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.



   2.Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

Komponen Adiwiyata :
  1.       Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah:

  2. 1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  3. 2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  4. 3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  5. 4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata

1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar                       kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.

2.Meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan    pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.

3.Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih              nyaman dan kondusif.

4.Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan                lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.

5.Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui                       kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian                     fungsi lingkungan di sekolah.
6.Merubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan.
7.Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan sumber daya dan               energi.
8.Dapat menghindari berbagai Resiko Dampak    Lingkungan di wilayah sekolah.


Nee,sekian dulu ya..soalnya saya lagi sibuk nih...saya permisi dulu :) 
ARIGATOUU... :D